It was hard being a user of social media. Especially these days.
It was hard being a user of social media. Especially these days.
Today I joined an event, kinda like a talkshow about literature.
On 11th August, i visited a painting exhibition of an Indonesian well-known artist, Hendra Gunawan. It was actually an un-planned visit. I happened to have to join other events at Ciputra Artpreneur Theater where the exhibition held. The visit is my first time to see a local contemporary arts, and this is a nice experience for me.
Pada tanggal 27 September 2022, aku menghadiri pertunjukkan non-verbal dari Korea, yakni BIBAP Chef di Jakarta. Pertunjukkan tersebut adalah salah satu rangkaian acara Korea Festival 2022 yang diadakan oleh Korean Cultural Center (KCC) Indonesia.
Pertunjukkan kali ini bukanlah pertunjukkan pertama yang disuguhkan oleh BIBAP Chef di Indonesia. Namun, pertunjukkan kemarin meninggalkan kesan yang sangat unik dan menghibur untukku yang baru pertama kali menontonnya. Dan tahun ini, pertunjukkan BIBAP Chef menyuguhkan a new brand performances yang katanya berbeda dari tahun sebelumnya.
Acara berlangsung secara offline dari jam 19.00 WIB yang dilaksanakan di ICE Palace, Lotte Shopping Avenue, Jakarta. Dengan mengisi form pendaftaran yang ada pada website KCC Indonesia, dengan kuota terbatas, para peminat budaya Korea bisa menikmati pertunjukkan ini secara gratis.
![]() |
| Poster BIBAP Chef, ICE Palace oleh Maulia Resta |
Saat itu, pengambilan tiket pertunjukkan dibuka pukul 17.30 WIB, tetapi aku yang baru saja menyelesaikan jadwal Kelas Translasi Bahasa Korea sudah sampai di lokasi beberapa jam sebelum loket dibuka. Alhasil, aku dapat memfoto poster BIBAP Chef yang belum dikerumuni pengunjung.
![]() |
Foto di atas adalah milik King Sejong Institute Center atau yang biasa disingkat sebagai KSIC.
KSIC merupakan tempat dimana kamu bisa mengasah dan mendalami Bahasa Korea, KSIC ini adalah di bawah Yayasan King Sejong Institute Foundation. Selain mempelajari Bahasa, KSIC juga kerap mengadakan Korean Culture Day setiap bulannya untuk mengenalkan budaya-budaya Korea, dari yang tradisional sampai yang modern.
Setiap tahunnya, murid yang tertarik mempelajari Bahasa Korea di KSIC ini bertambah. Selain itu, jika kalian ingin mempelajari Bahasa Korea, ada cabang KSI lainnya yang bisa kalian kunjungi, seperti KSI Jakarta ( @ksi.idjakarta ), KSI Surabaya ( @ksi_surabaya ), KSI Tangerang ( @ksi.tangerang ), KSI Yogyakarta ( @ksi_yogyakarta ), KSI Bandung ( @ksi.bandung ), Korea Cultural Center Indonesia, dan sebagainya.
Selain Bahasa, Korean Wave juga bisa ditemukan di minimarket dekat rumah kalian, loh. Kalian pasti sudah kenal dengan yang namanya Samyang dan Tteokpokki.
Ya, K-food juga termasuk dalam gelombang Korea tersebut. Dibandingkan dulu, saat ini sangat mudah menemukan makanan Korea di Indonesia seperti Kimchi, Tteokpokki, dan lain sebagainya. Di bawah ini aku sisipkan video-ku hunting K-food di Petshop dan Alfamart. Bahkan, makanan kucing sudah ada atau bahkan banyak yang berasal dari Korea! haha.
Halo, teman-teman! Sudah lima bulan aku tidak menulis review drama di blog ini. Dan ya, aku kembali dengan review drama Korea berjudul 'Mouse'. Tentu saja, seperti yang sudah kutulis pada judul, review ini mengandung spoiler yang parah.
Awalnya aku nggak berminat menonton drama ini, pasalnya terlalu ramai dibicarakan oleh orang-orang di sekitarku. Tapi karena aku menonton variety show 'Master in House'-nya Lee Seung-gi, aku jadi terkena spoiler oleh Cha Eun-woo. Dan bocoran Eun-woo saat itu berhasil membuatku penasaran.
'Bagaimana bisa dia adalah antagonisnya?', pikirku.
Drama ini menceritakan tentang seorang polisi muda yang bekerja di kantor kepolisian suatu daerah bernama Jung Ba-Reum (Lee Seung-Gi). Dia adalah polisi keliling yang dikenal ramah dan sangat menjunjung tinggi kejujuran dan keadilan. Suatu hari, dia dihadapkan dengan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh seorang psikopat. Kasus tersebut sangat menggemparkan Korea Selatan dan membuat warganya ketakutan. Ketika berusaha memecahkan kasus tersebut bersama dengan beberapa tim-nya, yakni detektif Go Mu-Chi (Lee Hee-Jun) dan produser acara misteri Choi Hong-Ju (Kyung Soo-Jin), kehidupan mereka menjadi berubah.
Seperti yang kukatakan sebelumnya, bahkan sebelum menonton drama ini, aku sudah mendengar spoiler tentang siapa penjahatnya. Sebenarnya, aku tidak masalah dengan spoiler, tapi serius, kali ini spoiler-spoiler tersebut membuatku merasa bosan ketika menonton 4 episode pertama drama ini. Aku nggak begitu menyukai momen dimana 'aku' sudah tahu siapa penjahatnya, tetapi penjahatnya malah mendapatkan exposure atau perlakukan yang sangat positif dari masyarakat. Menurutku momen itu sangat menyesakkan.
Tapi! Setelah episode 4, semuanya menjadi semakin membaik, dan bahkan sangat mencengangkan sampai ke akhir. Drama ini sangat, WOW! Mindblowing~ Aku suka bagaimana penulis mengungkapkan setiap misteri di Mouse ini. Begitupula dengan tim produksi yang mengubah Opening video setiap kali rahasia-rahasia baru terungkap. Keren banget! Mungkin, kalau aku menonton drama ini on-going, kayaknya akan pusing dan stress.
Nonton Mouse + spoiler kayak jadi detektif beneran! Udah tau siapa penjahatnya, tapi masih cari bukti dan metode kejahatan yang dilakukan si penjahat.
Hubungan antar karakternya sangat rumit. Tapi nggak apa-apa, hal itu membuat drama ini sulit untuk ditebak.
Karena bingung bagaimana menulis review drama ini tanpa spoiler, jadi aku akan menulis reaksi-ku yang sempat kucatat ketika menonton drama ini dari episode 1. Disinilah spoiler-spoiler akan terungkap, haha. Kalau kalian tidak suka spoiler, silahkan scroll terus sampai overall review, ya!
Horror and thriller movies are a great companion for you in Summer. Even though Summer was already over, but here’s my favorite horror K-movies about Zombies that you should watch too (if you haven’t watch it though)!